Setelah sekian lama vakum, belum lama ini pertemuan off line kembali dihidupkan. Pertemuan yang diselenggarakan di Bakso Pak Kumis di Semarang ini dihadiri lebih 30 anggota Tangan Di Atas baik yang baru maupun yang lama. Kali ini pertemuan untuk mempererat persaudaraan dan meningkatkan hubungan bisnis diantara anggota. “kita harus membangun unit usaha untuk dikelola bersama!” kata Tito pengusaha susu kedelai ini. Komunitas harus menjadi kumpulan orang-orang positif yang ingin maju bersama. Meski harus memulai dengan usaha kecil, tapi bila dibangun dengan semangat kebersamaan, usaha akan berjalan dengan baik. “Ini penting kita pahami bersama!” kata Izha yang mempelopori pertemuan ini. Diharapkan dari pertemuan ini, bisa menggeliatkan semangat berkomunitas dan semangat berusaha yang lebih nyata dan maksimal. “Harusnya memang begitu, ada karya nyata bukan sekadar kumpul-kumpul yang kemudian lupa!” kata Ade mantap. Ya, dalam waktu dekat diharapkan TDA Semarang akan melakukan aktifitas yang dapat mengangkat TDA Semarang semakin dikenal. Semoga. n (Albert)





