:: Wirausaha & Keuangan ::

UMKM Indonesia Mengapa dan Bagaimana

E-mail Cetak PDF
Oleh Sri Hartini Rachmad

Melalui kajian SERI (Social Economic Research Indonesia), salah satu pusat kajian yang mengkhususkan pada masalah usaha mikro, kecil dan menengah ini dipaparkan bahwa sejarah UMKM di Indonesia adalah sebuah perjuangan panjang yang  sangat berarti bagi katup penyelamat ekonomi Indonesia. Selain sebagai katup penyelamat, UMKM juga memberikan kontribusi yang besar terhadap pembentukan PDB (Product Domestik Bruto). Pada tahun 2003 Usaha Kecil memberikan sumbangan sebesar Rp815,14 juta dan meningkat menjadi Rp1.257,76 juta pada tahun 2006. Peningkatakn kontribusi PDB inilah yang mampu menggerakkan dan memacu percepatan pertumbuhan perekonomian dalam negeri.

Kedua, nilai ekspor UMKM juga terus meningkat, karena ada ciri khas lokal Indonesia dan merupakan produk budaya (culture product). Ketiga, sifat UMKM yang flexsible serta dapat dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat bawah dan menengah, dan mereka dapat dengan mudah berpartisipasi  di dalamnya. Keempat,  fleksibilitas yang dimiliki oleh UMKM dan tingkat skala yang kecil, telah meletupkan semangat untuk memulai usaha kapan saja dan bersifat mudah untuk mengawalinya. Mengingat modal yang diperlukan untuk memulai usaha hanya skala kecil, membutuhkan tehnologi lokal yang bersifat sederhana dan apa adanya, yang mana dominan bertumpu pada kemampuan masyarakat lokal.

Dari Kecil Menuju Besar
Laporan hasil penelitian oleh World Bank (2006), menunjukkan 99 persen perusahaan negara berkembang di seluruh dunia,  dengan pekerja kurang dari 50 orang adalah usaha mikro, kecil dan menengah. Kategori usaha di sektor ini juga merupakan kesempatan kerja yang paling realistis bagi orang miskin. Gambaran distribusi penyebaran perusahaan menurut skala usaha menurut Sensus Ekonomi 2006 (BPS,2006) terlihat sebagai berikut.



Sumber : BPS Statistik Indonesia

Grafik pie-chart memberikan gambaran dan penjelasan lebih detail  mengenai penyebaran usaha di Indonesia. Terlihat bahwa UMKM mendominasi sebesar 99,75 persen, dan hanya 0,19 persen merupakan usaha skala besar. Dominasi skala usaha mikro sebesar 83,27 persen atau sebanyak 18,933 juta usaha dan 15,81 persen usaha kecil. Ini jelas memberi gambaran bahwa UMKM di Indonesia sangat penting, dan kebijakan yang menyentuh kepadanya harus sistematis dan jelas. Persoalannya adalah bagaimana menciptakan agar UMKM terus bergerak menuju skala meningkat diatasnya, dari mikro menjadi kecil, dari yang kecil menuju usaha menengah, dan dari usaha-usaha strata menengah berkembang menjadi usaha besar. Data lain yang cukup penting adalah  adanya serapan tenaga kerja yang mampu diciptakan oleh sektor UMKM, mencapai  83,87 persen dari 49,67 juta total tenaga kerja Indonesia.

Soal Modal dan Akses Perbankan
Meski merupakan masalah klasik yang telah lama ada, namun ada baiknya dalam kesempatan ini dibedah beberapa hal yang menjadi kendala berkembangnya UMKM. Pertama, sesulitan modal dan aksesnya. Bank masih memberlakukan suku bunga tinggi. Namun beberapa program permodalan yang digagas pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) cukup menghibur, masalahnya seberapa besar KUR mampu menjangkau UMKM yang ada.

Kedua, soal prosedur administrasi perbankan dan ketiadaan agunan. Namun hal ini telah terbantu dengan adanya beberapa produk Kredit Tanpa Agunan yang dimiliki perbankan dan Pegadaian, juga adanya dana PKBL dari BUMN. Meski demikian keberpihakan melalui kebijakan jangka panjang menjadi sangat berarti. Data di bawah ini memberi gambaran bahwa masih sangat banyak pengusaha UMKM yang belum tersentuh oleh perbankan dan jasa keuangan lainnya, yaitu hanya sebesar 11,78  persen saja yang mendapatkan permodalan dari perbankan. Uniknya, di Indonesia ini lebih dari 51 persen usaha tidak memiliki badan hukum. Perusahaan atau usaha yang memiliki badan hukum hanya sebanyak 6 persen, sedangkan 43 persen lainnya tidak dapat dipertanyakan keadaan badan hukumnya. Tentu ini menjadi pertanyaan sekaligus bahan kajian berikutnya yang sangat menarik. n Penulis adalah peneliti pada Badan Pusat Statistik.
Terakhir Diupdate ( Selasa, 10 Maret 2009 11:44 )  

Seminar 1

jasa website toko online

Seminar 2