Demokrasi di Indonesia, kini menemukan momentumnya. Siapapun boleh bersuara, siapapun boleh mengajukan diri menjadi apapun, tidak ada yang menghalangi sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang. Termasuk apa yang diinginkan Sujarwo, pebisnis madu dan pemilik Klinik Sengat Lebah di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan ini. Adalah Sujarwo (45) pria asal Banyuwangi, Jawa Timur yang berkeinginan menjadi Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia pada Pemilu tahun 2009 mendatang. Lantas mungkinkah Sujarwo menjadi Wapres. Mungkin saja selama matahari belum terbit dari barat. “Ini persoalan hak, bukan soal kemungkinan. Saya sedang menggunakan hak saya untuk mencalonkan diri menjadi Wapres. Soal partai mana atau golongan mana yang mencalonkan saya justru sedang menunggu pinangan,” ujar Sujarwo dengan nada tegas kepada WK.
Di kalangan penjual madu lebah, Sujarwo dikenal sebagai pebisnis yang idealis, tidak gampang menyerah, apalagi putus asa jika pembeli sedang sepi. Ia, menurut kerabatnya, selalu memiliki cara untuk menciptakan hal-hal yang orang lain tidak terpikirkan. Misalnya, saat sedang ada event atau pameran tertentu, ia selalu mendemonstrasikan kepiawaiannya melakukan sengat lebah hingga banyak calon pembeli yang berdatangan. Ia selalu memiliki cara bagaimana agar produknya dikenal orang. Ia juga memiliki pengetahuan yang cukup untuk memobilisasi massa, dengan menggunakan sarang lebah. Tetapi itu ketika ia berjualan madu. Lantas bagaimana jika harus terjun ke ranah politik yang memerlukan biaya besar, dan jaringan politik yang kuat?
“Saya tidak peduli. Setidaknya saya sudah membuat spanduk, stiker, dan brosur sebanyak 15ribu lembar,” ujarnya. Brosur tersebut ia bagi-bagikan kepada para pemudik yang sedang menyemut di kawasan Kemayoran Jakarta Utara menjelang lebaran lalu. Biaya yang dikeluarkannyapun terbilang cukup banyak untuk ukuran penjual madu, seperti Sujarwo, mencapai Rp15an juta, termasuk mencetak buku yang memaparkan visi dan misinya ke berbagai tokoh partai politik dan media massa. Ia juga termasuk aktif mendatangi kampus-kampus, terutama ke Senat-Senat Mahasiswa, kantor-kantor media cetak, hingga radio dan TV. Beberapa wawancaranya dengan beberapa radio dan tabloid ia bendel sebagai bukti bahwa ia serius.
Saatnya Menjadi Penyambung Lidah Rakyat
Ikhwal dimuatnya artikel ini, Sujarwo berkali-kali datang ke kantor WK. Ia meyakinkan tentang adanya nilai sebuah kemungkinan.“Katakanlah kemungkinan saya menjadi Wapres hanya sepersekian juta. Saya tidak akan mundur sedikitpun. Kalau berbicara kemungkinan berarti saya memiliki kemungkinan untuk itu (menjadi Wapres,red). Soal jadi atau tidak itu soal lain,”cetusnya.
Sujarwo muda, yang pernah kuliah di IKIP, meski tidak menggondol gelar, memiliki cita-cita menjadi seorang pendidik. Ia pernah menjadi guru disebuah SMP di Banyuwangi, bahkan pernah mengajar di SMA Negeri Rogojampi, banyuwangi, dan sebuah MTS Swasta di kota yang sama. Selain itu ia juga aktif di Pramuka, hingga dinobatkan sebagai Pembina Pramuka Mahir Penegak dan Pandega. Lama tidak diangkat menjadi pegawai negeri, serta kebutuhan keuangan yang lebih banyak membuat Sujarwo hengkang dari Banyuwangi menuju Surabaya. Di kota ini ia mendapatkan kesempatan bekerja di sebuah koran terbesar di kota tersebut.
Dan, dalam perjalan berikutnya, ia mencoba menaklukan Jakarta dengan berbagai profesi, mulai dari staf marketing disebuah koran dan majalah nasional, hingga berbisnis jamu kuat, dan terakhir madu dan klinik sengat lebah. Pernah dan memiliki pengalaman bekerja di media massa membuat pemikirannya terasah, dan iapun lantas berkeinginan menjadi Wapres. “Saya memikirkan bangsa ini bagaimana caranya bisa maju. Saya geregetan, melihat nasib bangsa yang belum kunjung sejahtera. Saya bisa mengubahnya, seperti saya berupanya mengubah nasib saya,” ujarnya.Tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan Sujarwo. Ia berani. Ia memiliki mimpi. Ia berusaha. Ia tidak takut gagal, apalagi mengadapi kegagalan. Cukuplah hal-hal tersebut membuatnya ia bisa disebut sebagai pewirausaha sejati. Soal menjadi Wapres, wallahualam n





