Krisis ekonomi global yang mendera dunia saat ini, termasuk yang menerpa Indonesia, harus disikapi dengan kerja cerdas oleh segenap para pewirausaha Indonesia, khususnya para pengusaha UKM. Fakta menunjukkan, saat pertumbuhan ekonomi secara akumulatif menurun akibat krisis, namun ada beberapa bisnis yang berbasis produk-produk kreatif tetap tumbuh dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.
Melalui Kredit Mikro dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pemerintah, melalui perbankan , khususnya yang saham mayoritas dimiliki oleh pemerintah, mendorong penguatan permodalan bagi pengusaha mikro dan kecil untuk mengembangkan bisnisnya. Jika tahun 2008 pemerintah mengucurkan Rp12,8 triliun untuk mengembangkan sektor riil, sepanjang tahun 2009 ini dialokasikan sebesar Rp20 triliun. Kabarnya, menurut sumber Majalah WK, anggaran penguatan sektor riil tahun 2010 mencapai Rp30triliun yang akan dikembangkan untuk penguatan permodalan pengusaha mikro dan kecil, serta penciptaan lapangan kerja yang lebih besar lagi.
Geliat industri mikro, kecil dan industri kreatif lainnya yang terus bergairah dapat terlihat di acara International Handicraft Trade Fair (Inacraft) di Jakarta beberapa waktu lalu. Para pengunjung yang membludak hingga penuh sesak memadati Jakarta Convention Centre setidaknya menjadi ukuran bahwa industri kreatif tetap mendapat perhatian yang besar dari masyarakat.
Melalui pameran yang difasilitasi pemerintah, seperti Inacraft ini, akan terjadi komunikasi bisnis baik dalam lintas bisnis dalam negeri maupun internasional. Tentu masyarakat pebisnis berharap akan lebih banyak lagi event-event serupa yang dilakukan oleh pemerintah tidak hanya di Jakarta, tetapi di kota-kota lain.*





