:: Wirausaha & Keuangan ::

Kwincling Laundry - Panen Cucian dan Uang

E-mail Cetak PDF

Nama Kwincling Laundry tak sebesar ini jika pemuda jebolan  lulusan Fakultas Teknik Sipil UNDIP Semarang ini tak berinisiatif untuk mengambil program pelatihan bisnis ActionCOACH

Awal yang pahit namun berakhir indah, demikian statement Imam Supriyanto, pemilik laundry kiloan ini. Menurut pria yang hobi baca dan makan baso ini, awal membangun bisnis laundry adalah ketika ia melihat kawasan Pademangan dan sekitarnya banyak orang yang membuka bisnis laundry. 

“Saya bertekad membuka bisnis laundry karena pasarnya masih sangat luas. Memang banyak pesaingnya, namun kebanyakan mereka menggunakan sistim satuan bukan kiloan, makanya saya memberanikan diri untuk membuka bisnis laundry berdasarkan kiloan,” ujar kelahiran Jakarta 30 Desember 1976 ini. 

Pada awal pertama membangun bisnis, Imam merasa sangat  sulit mengembangkan bisnis laundry ini. Beberapa temannya sudah ditawari untuk join kedalam bisnis ini, namun mereka menolak. Alasannya sangat klasik, bisnis laundry sudah banyak pemainnya. Tapi itu bukan alasan untuk memadamkan semangatnya. 

Entah karena efek Law of Attraction atau bukan, ketika beliau menghadiri seminar motivasi, ia berkenalan dengan seseorang dan berani memberikan pinjaman tanpa agunan. Imam sangat terkesan dan segera mengambil kesempatan emas itu. Dengan modal orang lain sebesar Rp 20 juta, ia bangun kantor kecil, dan klinik praktek dokter bagi istrinya.  

Seiring dengan waktu berjalan, Imam merasa amat sulit mengembangkan bisnis laundry ini. Namun apa yang terjadi, bukannya bisnis berkembang malah terancam bangkrut. Hari demi hari, Imam mengharapkan keajaiban, bagaimana bisnis yang dinahkodai ini bisa hidup dan berkembang, namun tetap saja laju roda bisnisnya cenderung makin lambat. 

Tuhan Maha Tahu apa yang dibutuhkan Imam saat itu, ketika bisnis laundrinya nyaris ambruk, ia berkenalan dengan ActionCOACH. Walau pada awalnya ia amat berat untuk berinvestasi pada edukasi bisnis, namun akhirnya ia memutuskan untuk maju. 

“Saya ambil kesempatan untuk bergabung kedalam pelatihan bisnis,dan mulai belajar bagaimana membangun bisnis ini. Pada awalnya jujur saya tak bisa secara langsung mendapatkan hasilnya. Coach membangun mind set saya agar memiliki mental seorang entrepreuner” papar ayah dari Elya Shafiya Zahra. 

Al hasil, sejak mengikuti program pelatihan bisnis di ActionCOACH, bisnis laundry kiloan Kwincling mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dulu diawal, omzet yang ia cetak mentok cuma Rp2,1 Juta/ bulan, kini dengan memiliki dua cabang laundry di Tegalparang, Jakarta Selatan, omzet per bulannya menembus angka Rp30 Juta. 

“ActionCAOCH tidak memberi saya solusi tapi jalan untuk mencapai apa yang saya impikan. Kini walau bisnis saya masih kecil, sistim yang terbangun sudah amat baik. Perlahan namun pasti, semua pinjaman sudah mulai saya lunasi dari hasil keuntungan bersih setiap bulannya. Dalam waktu dekat ini, saya sudah menawarkan sistim franchise kepada public dan sudah ada beberapa yang tertarik dengan sistim bisnis yang saya tawarkan. Terimakasih ActionCAOCH atas support selama ini. Kini bisnis saya mulai berkembang dan profitable,” ujar pengusaha yang mengaku memulai bisnisnya dengan modal orang lain yang kini bisa diakses di www.kwinclinglaundry.com ini. 

Menurut Imam, keunikan sistim ActionCOACH adalah simple namun proven. Ia bahkan nyaris tak percaya hanya dengan melakukan beberapa langkah di sistim bisnisnya itu akan terjadi peningkatan sebanyak ratusan persen omzet. Dan itu ia lakukan secara berkali-kali hingga hasilnya makin meningkat tajam. Bahkan sudah ada beberapa pihak yang ingin mengambil sistim franchise terkait dengan business planning nya itu yang dinilai amat prospektif. 

“Untung saya mengambil program pelatihan bisnis ini, kalau tidak mungkin  nasib bisnis saya sama dengan yang lainnya, gulung tikar termakan krisis yang sedang ganas-ganasnya saat ini. 

Coach Margety berhasil merubah mind set dan sistim bisnis saya jauh lebih baik hingga Kwincling Laundry bisa menjadi sekarang ini,” ujar suami dari Dr. Amni Rifdania ini dengan nada puas.*  n

Terakhir Diupdate ( Senin, 29 Juni 2009 04:07 )  

Seminar 1

Seminar 2