:: Wirausaha & Keuangan ::

Mengakrabi Pertanyaan Pengusaha Mikro dan Kecil

E-mail Cetak PDF

 

DR. KRISNA WIJAYA

Pak Krisna Yth, Saya malu untuk menceritakan dan menanyakan hal ini kepada Bapak, namun karena terdorong ingin mendapatkan masukan untuk perkembangan usaha yang cukup lama saya geluti, saya yakin Bapak dapat membantu memcahkan persoalan yang kami hadapi ini.  Saya Ny. D, usia 29 tahun dengan satu anak berusia 16 bulan, suami saya bekerja sebagai pegawai swasta dengan gaji Rp1,8 juta sebulan. Sedangkan saya sendiri membuka kios/toko kecil, yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat sekitar komplek tempat tinggal saya. Semula keuangan keluarga kami aman-aman saja. Kebutuhan keluarga dapat tercukupi dari penghasilan kios, sedangkan gaji suami setelah dikurangi uang saku dan transport masih bisa ditabung setiap bulan. Kami juga dapat mengembangkan kios dengan menambah item barang-barang yang dijual, sehingga semakin lengkap.

Persoalan mulai timbul lima bulan yang lalu, ketika suami memutuskan membeli mobil kijang bekas secara kredit seharga Rp80 juta. DP yang harus dibayar sebanyak Rp20 juta dengan cicilan Rp2,5 juta selama 3 tahun. Saat membayar DP otomatis hampir separoh dari tabungan kami terambil. Kijang itu rencananya digunakan untuk angkutan belanja toko, tapi tidak efektif karena selama ini saya belanja ke grosir lebih banyak menggunakan sepda motor. Setelah mempunyai mobil justru kami tidak dapat menabung dan lebih banyak minusnya karena dari gaji suami saja tidak cukup. Beruntung masih ada toko yang hasilnya untuk makan dan kebutuhan keluarga, tetapi usaha kami tidak berkembang karena modalnya sering digunakan untuk hal-hal lain diluar belanja barang.

Pak adakah saran untuk memecahkan masalah yang kami hadapi ini. Terima kasih atas jawaban yang Bapak berikan. (Ny. D, Perum Bojong Soang Asri, Bandung – Jawa Barat.)

Pertanyaan ini kami cuplik, satu dari sekian banyak pertanyaan masyarakat yang pernah ditanyakan kepada Dr Krisna Wijaya.

Sebenarnya pertanyaannya sangat sederhana, khas pengusaha UKM,  namun bagi yang tidak akrab dengan dunia kewirausahaan, keuangan mikro, dan  kecil, pertanyaan ini cukup rumit dan membingungkan.

Meski hanya sebuah saran melalui email, atau bahkan surat terbuka melalui media, tetapi keadaan seperti yang terjadi pada Ny D di Bandung ini banyak yang mengalaminya. Berikut saran yang diberikan oleh penulis buku Analisis Pemberdayaan Usaha Kecil, Doktor dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta ini sebagai berikut :

Jawaban Ny D di Bandung. Saya turut prihatin dengan masalah yang Anda hadapi ini. Masalah Anda sebenarnya sangat sederhana, yaitu lebih pengeluaran daripada pemasukan. Istilah populernya, lebih besar pasak daripada tiang. Utang atau kredit yang di luar kemampuan inilah yang menyebabkan keuangan keluarga Anda kelabakan seperti saat ini.

 

Jadi menurut saya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengevaluasi keberadaan mobil kijang tersebut. Apakah benar-benar diperlukan. Jika keberadaannya diperlukan berarti fungsinya yang harus dioptimalkan, misalnya dengan menyewakan mobil (rent car) harian atau bulanan kepada perusahaan atau perorangan yang memerlukan. Dengan cara ini diharapkan mobil Anda menghasilkan uang untuk membayar cicilan kredit.

Langkah kedua, Anda harus mengurangi pengeluaran lainnya dan mencoba menabung untuk melunasi kredit tersebut. Yang ketiga jual harta atau barang-barang Anda yang tidak produktif, misalnya perhiasan yang jarang dipakai, atau jika Anda menganggap mobil yang baru saja dibeli tidak memberikan manfaat mengapa tidak diover kredit saja (untuk hal ini Anda harus hati-hati agar tidak rugi dua kali).

Cobalah diskusikan pilihan-pilihan tersebut dengan suami Anda. Saya yakin Anda akan memilih cara terbaik, yaitu lebih baik hidup sederhana tetapi usaha dapat berkembang dengan baik.

Lain halnya Anda berhutang/mengambil kredit dari bank untuk memperbesar usaha yang Anda geluti saat ini. Jika ditekuni dengan baik saya yakin usaha Anda akan besar seperti pengusaha sukses lainnya.

Karena itu, diskusi anda dengan pihak-pihak perbankan terkait dengan kredit anda harus intens, dan sedapat mungkin memperoleh penjelasan yang sejelas-jelasnya agar tujuan anda memperoleh kredit untuk mengembangkan usaha tercapai.

Demikianlah salah satu jawaban yang diberikan Dr Krisna Wijaya atas pertanyaan tersebut. Anda dapat juga mengajukan pertanyaan kepada Dr Krisna Wijaya atas berbagai permasalahan yang anda hadapi dalam mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah kepada redaksi majalah Wirausaha dan Keuangan, melalui email Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya . Jangan lupa setiap penanya harus mencantumkan identitas yang jelas. Tanpa identitas yang jelas surat-surat atau pertanyaan yang masuk tidak akan ditanggapi.

 

 

Seminar 1

Seminar 2