:: Wirausaha & Keuangan ::

Strategi Usaha

Trading Term dan Kesiapan Berbisnis di Pasar Modern

E-mail Cetak PDF


Drh. RETNO LISTYORINI *

Keberadaan pasar modern  di kota-kota besar di Indonesia  kian hari kian meluas. Carrefour, Giant, Hypermart atau minimarket seperti Alfamart dan Indomaret yang kini telah ada di mana-mana. Produk yang dijualnyapun makin beragam, dan hal ini merupakan tantangan  bagi para UKM Indonesia untuk mengambil manfaat dari meluasnya pasar modern tersebut.

Keberadaan pasar modern mendapat apresiasi yang besar dari masyarakat, terutama masyarakat kalangan menengah atas karena adanya beberapa hal, semisal, lokasinya yang berada di tempat-tempat strategis dan ber AC, nyaman, aman, sehat, dan kadang menyajikan harga yang lebih murah dari harga produk yang dijual di pasar-pasar tradisional.

Munculnya pasar modern merupakan jawaban atas keberadaan pasar-pasar tradisional di Indonesia, yang sebagian besar masih terlihat semrawut, bau, becek jika musim hujan, dan berdebu jika musim panas. Belum lagi sampah menggunung di mana-mana yang mengurangi kenyamanan berbelanja.

Sebuah survey yang dilakukan   AC Nielsen, dalam kurun waktu triwulan pertama tahun 2009 lalu,  seperti yang kami kutip dari sebuah media mengungkapkan, bahwa perdagangan yang terjadi di pasar modern tumbuh hingga 13,4%, sementara perdagangan yang terjadi di pasar tradisional, hanya tumbuh  4,1%.  Hal ini cukup memprihantinkan, karena pasar tradisional sebenarnya dapat menjadi simpul kekuatan ekonomi rakyat jika dikelola secara optimal.

 

Ambil Peluang di Pasar Modern

Sembari menunggu kesempatan yang baik bagi perbaikan iklim berdagang  di pasar tradisional, para suplyer produk-produk pertanian yang biasanya mensuplay pasar tradisional harus sudah mengalihkan sebagian perhatiannya kepada pasar modern.

Di Majalah Wirausaha dan Keuangan edisi lalu, saya telah menulis mengenai trik pemasaran di pasar modern. Ada beberapa hal yang penting di sini yang saya ingatkan kembali.

Pertama, untuk menjadi suplayer di pasar modern setidaknya memiliki organisasi bisnis yang memadai, karena semua sistem bisnis di pasar modern dikelola melalui manajemen modern.

Kedua, memahami mekanisme dan sistem bisnis yang berlaku di pasar modern. Ketiga, mengetahui titik-titik penting yang berkaitan dengan distribusi, purchasing dan mekanisme pembayaran serta aturannya (trading term) yang berlaku di pasar modern.

 

Delivery dan After Sales Service


Bagi anda yang ingin dan telah menjadi suplayer di pasar modern, maka ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan, dan hal ini biasanya dituangkan dalam trading term yang sudah disepakti bersama. Biasanya dalam trading term tersebut menyebutkan mengenai kesediaan untuk selalu memenuhi stok produk dan persediaan produk yang diminta oleh pasar modern.

Kedua, ketepatan waktu dalam pengiriman produk yang diminta. Jika anda sebagai suplayer tidak dapat memenuhi persediaan produk yang diminta, maka anda harus memberitahukan lebih awal kepada pihak terkait di pasar modern tersebut. Produk yang dikirim harus selalu memenuhi order dan jumlah dan spesifikasi yang diminta.

Ketiga, harus selalu diingatkan secara terus menerus kepada pihak-pihak yang secara langsung berkaitan dengan penanganan produk bahwa produk yang anda kirimkan adalah produk yang bersifat cepat rusak, sehingga harus mendapat perhatian dan perlakukan yang benar,  dan sistem penjualan berlaku jual putus, artinya barang yang sudah dikirimkan tidak dapat diretur  atau dikembalikan lagi.  Karena itu, harus diingatkan, terutama ke bagian penerima barang, untuk selalu mengecek kondisi produk sebelum barang diterima. Karena jika sudah diterima maka tidak dapat dikembalikan lagi.

Suplayer juga harus memberikan informasi yang memadai mengenai tatalaksana dari produk-produk yang dijual di pasar modern, misalnya penanganan kuality controlnya,  penyimpanan /coolstorage, misalnya untuk menyimpan produk-produk yang dijual segar harus selalu berada di suhu minus 4 derajat Celcius, kalau sayur mayur dan sejenisnya penyimpanannya berada pada suhu 4 derajat hingga 10 derajat Celcius, serta produk-produk frozen harus berada dalam penyimpanan di suhu minimal 4 derajat Celcius.

* Alumnus IPB - Konsultan Agribisnis

Telepon 021-95908008, 081380200280

 

Terakhir Diupdate ( Rabu, 04 November 2009 05:25 )
 
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Seminar 1

jasa website toko online

Seminar 2