insurance
 
 
Hj. Sri Tri Sugiarti, SE., MM
Lebih suka Berbisnis Busana Muslim

Selama 13 tahun saya bekerja
di instansi pendidikan, tepatnya di
Institut Pertanian Bogor. Saya bekerja
di bagian Keuangan. Karena pekerjaan yang
cukup padat, saat itu saya sering pulang
malam dan juga meninggalkan anak-anak
dalam waktu lama. Kemudian saya bertekad, 
untuk keluar dari pekerjaan dan ingin berwirausaha sendiri.

Keinginan itu begitu kuatnya, sehingga saat kawan-kawan dan atasan di kantor melarangnya, rasanya tidak sanggup untuk mencegahnya. Saya ingin memiliki waktu yang bebas. Saat itu momentumnya pas, saat terjadi pergantian pimpinan di tempat kami bekerja. Saat benar-benar keluar dari pekerjaan, saya memang sempat bingung, apa yang akan saya lakukan?

Terprovokasi Seminar
Pada suatu hari di bulan Ramadha, saya mengikuti sebuah seminar dengan tema bisnis di bulan Ramadhan. Beragam pembicara ada di sana. Salah satu pemicara tersebut adalah orang yang sangat kompeten di dunia  busana muslim anak-anak ternama asal Surabaya. Usaha beliau sudah besar dimana produknya sudah tersebar di seluruh Indonesia. Ternyata diakhir pembicaraannya beliau menawarkan siapa yang berminat untuk bergabung dan saya pun merespon tawaran tersebut.
       Dalam waktu dua bulan saya menunggu respon dari beliau. Selama belum ada tanggapan itu saya berpikir untuk buka rental komputer. Cuma saya tidak bisa merekrut tenaga kerja lebih banyak kalau hanya rental komputer. Paling menthok hanya tiga orang saja yang bisa saya rekrut. Padahal dari awal niat saya ingin membuka usaha yang dapat merekrut banyak orang. Saya tertarik di dunia konveksi yang padat kerja.
Suatu hari ternyata saya mendapat jawaban dari Surabaya dan dia menyakinkan saya apakah benar-benar mau bergabung. Saya bilang yakin dan serius untuk bergabung meskipun saya tidak bisa menjahit. Jadi saya memulai usaha konveksi busana muslim ini benar-benar dari nol. Lalu suami saya bertanya, pilih yang mana, mau mencoba usaha rental komputer apa usaha busana muslim. Saya memutuskan mencoba bisnis busana muslim.

Persiapan Seadanya
Untuk memulai usaha ini saya segera menyiapkan tempat, mesin jahit, segala macam. Saya ingat saat itu bulan Pebruari 2006 saya mendapatkan order pertama kali tetapi cuma 80 pcs. Itupun harus membuat contoh  dulu dan ketika dikirim ke Surabaya beliau kaget karena hasilnya cukup bagus.
Dalam hati saya mengucapkan syukur Alhamdulillah. Ternyata pilihan saya dengan penjahit ini cukup pas dan sesuai yang diharapkan. Saya mendapat penjahit yang bagus dan sejak itu kami  menjadi sub mitra beliau untuk Jakarta. Bahkan tukang potongnya pun sangat piawai sehingga kain yang dikirim beliau dari Surabaya masih sisa, melebihi order yang diberikan. 

Meski saya tidak bisa menjahit tetapi saya melakukan kontrol sendiri untuk produknya. Dari situlah saya bisa menghitung harga produksi untuk membuat baju. Lama-lama saya mempunyai tenaga penjahit harian sebanyak  4 orang, karyawan tetap 16 orang dan saya mempunyai 25 mesin jahit. Awalnya saya dibantu 10 penjahit saja bahkan untuk bordir sempat saya lakukan sendiri sampai saya sakit encok.
Karena saya mendapatkan order terus meningkat, maka saya merekrut lagi beberapa penjahit supaya lebih terbantu. Kemudian system kerjanya kita atur agar lebih cepat pengerjaannya. Jadi yang satu khusus jahit putus sambung lalu satunya khusus zigzag dan itu lebih cepat ketimbang sendiri-sendiri. Dengan demikian kualitas produk yang kita hasilkan bisa sama semua.
       Order pekerjaan ini merupakam kemitraan, istilahnya kita ini  manufacturing atau mitra produksi dari perusahaan fashion yang ada di Surabaya. Makanya mulai dari bahan baku dan desain mereka yang menentukan. Sehingga apabila ada order dari mereka maka kami harus menunggu bahan baku dan desain yang dikirimkan. Bahan bakunya pun khusus mereka sendiri yang memproduksi.
Saat saya memutuskan untuk membuat usaha ini, terus terang saya modalnya pas-pasan. Kalau saya hitung sekitar Rp600-an juta saya harus investasi di usaha ini. Modal yang terbesar kami pergunakan untuk membeli tempat usaha dan mesin-mesin. 
Membeli tempat usaha pun sebenarnya karena kebetulan juga. Saat itu saya sudah berkeliling ke sana kemari untuk mencari tempat usaha yang dapat memuat meja potong kain yang cukup panjang dan lebar. Tidak ketemu-ketemu, akhirnya  dengan Bismilah saya membeli tempat yang luas sekalian.

Bisnis Mulai Bergulir
       Semula usaha ini benar-benar tidak ada dalam rencana saya. Saya hanya ingin berwirausaha dengan waktu yang cukup luang untuk keluarga. Ternyata usaha yang saya dirikan kini tumbuh. Alhamdulillah.
       Kapasitas produksi kami sudah mencapai 2000 potong pakaian dalam sebulan karena order yang datang rata-rata 2000 potong  pakaian muslim anak-anak perempuan setiap bulannya. Sebenarnya saya bermitra dengan beliau itu belajar. Makanya sambil belajar saya juga mengembangkan usaha ini dengan membuat pakaian muslim anak-anak ABG. Saya tertarik membuat desain untuk anak-anak ABG karena marketnya masih terbuka lebar. Belum banyak pemain yang masuk ke market busana muslim anak ABG. Jadi modal saya ini modal berani dan belajar dengan orang-orang yang telah sukses lebih dulu.
       Saat ini saya mencoba membuat produk sendiri dengan merek yang dibuat sendiri.
Makanya sekarang saya harus bisa membagi antara membuat produk pesanan  mitra usaha dengan produk sendiri. Jadi kalau ada waktu jeda seminggu saya bisa menggunakan itu untuk membuat produk saya sendiri.
Ke depan supaya tidak kerepotan saya akan membagi penjahitnya. Dengan demikian dua-duanya bisa jalan sehingga brand saya sendiri juga bisa eksis. Disini saya punya dua brand yaitu Dromadery untuk baju muslim ABG dan Kaaffah untuk mukena, sajadah, jilbab dan asesoris.
       Kebetulan produk saya sendiri sudah masuk ke Malaysia. Kami mendapatkan order dari Malaysia melalui pameran yang kami ikuti disana. Ternyata respon buyer Malaysia cukup bagus terhadap produk saya. Bahkan setiap 3 bulan sekali mereka datang kesini untuk belanja dan rata-rata sekitar 500 baju muslim ABG  serta anak-anak. Jadi untuk brand saya sendiri fokusnya ke ABG karena baju muslim anak-anak ini sudah banyak sekali pemainnya apalagi yang masuk ke Tanah Abang. Saya lihat pasar ABG ini masih sedikit pemainnya sementara untuk pasar dewasa saya masih belum berani karena sudah banyak pula pesaingnya.
       Selain masuk di Malaysia produk saya sudah masuk ke toko-toko di PGC, Bogor dan rencananya akan kita pasarkan melalui website.
Sebenarnya kami  sudah mempunyai website cuma belum ada tenaga khusus yang mengupdate setiap hari. Karena usaha saya makin besar, lama kelamaan volume usahanya juga makin banyak. Beruntung suami mau membantu, meskipun ia juga memiliki kesibukan lain di tempat mereka bekerja.
       Beberapa hari yang lalu cukup banyak dari pelanggan yang memesan busana muslim ABG untuk persiapan lebaran. Saya katakan, saya sudah tidak sanggu untuk memenuhi pesanan yang begitu banyak. Kami menawarkan stok yang ada  saja. Mereka setuju karena harganya memang tidak mahal. Hanya Rp40ribuan perpotong, harga yang cukup terjangkau bagi seluruh masyarakat.
       Kedepan, saya ingin memasarkan produk saya lebih luas.  Saya ingin memiliki  toko sendiri di Pasar Tanah Abang. Cuma harganya memang sangat mahal sehingga belum terjangkau bagi kami yang baru mulai berbisnis.
Makanya saya buka toko-toko kecil-kecilan saja di Perumahan Jatijajar, Depok ini, yang saya kombinasikan dengan membuka usaha  salon muslimah,  yaitu salon perawatan khusus bagi wanita muslim.
Harapan saya, jikalau ada pelanggan salon yang datang dapat belanja perlengkapan muslimah sekalian. Atau sebaliknya.
       
Kesan Setelah Berbisnis Sendiri
       Setelah memiliki bisnis sendiri, ternyata banyak risiko yang harus dihadapi tetapi saya lebih happy daripada bekerja di tempat lain. Justru dengan ada risiko itulah saya menjadi lebih kreatif dalam menghadapi setiap masalah.
Bagitu juga dalam menangani SDM yang tipical-nya berbeda-beda. Ternyata memang tidak mudah menghadapi berbagai sifat karyawan yang berbeda-beda ini. Perlu kearifan.
Tetapi saya bersyukur  dapat berani memulai usaha sendiri dan menjalani usaha dengan enjoy. Semoga dalam 4 tahun mendatang saya bisa memiliki pabrik konveksi sendiri karena saya ingin emmberikan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya kepada masyarakat sekitar saya. Saat ini juga sudah ada kabar baik yang melegakan. Sebuah perusahaan fashion dari Perancis sudah tertarik untuk melakukan order pakaian dalam jumah banyak dan jangka waktu yang cukup panjang. Semoga. 


Nama                : Hj. Sri Tri Sugiarti, SE., MM  (38)
TTL                : Jakarta, 1969
Alamat        : Perum Jatijajar Estate Blok D 1 No. 5 Cimanggis Depok
Tlp.                : 021 - 8747770, 0818 789 625
Bisnis                : Busana Muslim "Dromedary dan Kaaffah"
Pedidikan        : S2 IPB )
Anak                : Kevin (12) dan Fadel (3,5)
Hobi                : Nonton film action 

 
HOME        TENTANG WK       DATA TEKNIS       PEMASANGAN IKLAN       BERLANGGANAN       JURNAL      KONTAK
©2007 Majalah Wirausaha dan Keuangan. All rights reserved
How to Choose Health Insurance

Most of the time it's a lady shopping for the Health Insurance, in families it's Mom, in companies it's payroll/book-keeper (also sometimes Mom in small companies). The guys just say 'I never use it', and leave the room.

The primary concerns are usually Office Visits, Rx (Prescription Drugs) and Hospital stays. Since ladies are usually looking more closely, we often find Maternity in the list of concerns, when the guys stay in the room, sometimes we are asked about Chiropractic. This is not ALWAYS the case, just the usual mix of concerns. You should definitely read the summary of benefits BEFORE using my comparison method. Both plans should be acceptable to you, you just want to know which makes sense financially.

Having been in thousands of discussions about Health Insurance I have found a simple way to compare High Deductible plans that cost less monthly, to Low Deductible Plans that cost a lot of money monthly. It is basically this:

Add up the annual cost of the High Deductible plan, say $100 per month times 12 = $1200 per year.
Add up the annual cost of the Low Deductible plan, say $300 per month times 12 = $3600 per year.
Subtract the smaller: $3600 minus $1200 = $2400, that is the yearly savings if you choose a High Deductible Plan.

Now, you don't use the deductible to compare, but a feature of PPOs called "Maximum out of Pocket" or "Stop Loss". That is your worst case scenario, everyone is sick, or everyone is injured and you all meet your deductible and co insurance up to that number, say $10,000 for a family.

At that rate, saving $2400 per year, you would have to go about 4 years to save the money you would need in a worst case scenario.

In my own case, family of 5, Los Angeles rates, a Low Deductible Plan is over $1000 per month, a high deductible plan is less than $300, we save over $8000 per year, and have been saving for over 12 years (we have an HSA, with a $3400 deductible, $10,000 max out for the family).

Many newer High Deductible plans like TONIK, from Anthem Blue Cross ,include Preventative, Dental and Vision benefits, which are more likely to be used than major medical. We all need a teeth cleaning, we don't all need a transplant, so those plans make sense to many people, and are extremely popular.

My comparison system still works, you simply add the cost of buying separate Dental and Vision to the cost of the plan without them, that really makes the newer plan including those benefits desirable, if you would use those extra benefits.

It's a simple rule really, and can be applied to other benefits, like Glasses on a Vision plan:

Vision coverage is $3 per person per month, with Lenses and Glasses covered it's $10.
You have 10 in your group, so that is $100 per month, $1200 per year.
Only two wear glasses, everyone else just needs the exam.
You only need exams for most, so that's $3 per month times 10, $30 = $360 per year.
You simply buy new glasses every two years for the two who wear them, and save $840 per year.

Once again, the focus here is on financial aspects of insurance, not the benefits, which must be weighed separately, and could be called "Getting a good deal". This method can tell you if you are "Getting a good deal" financially, comparing benefits is another story. Which I intend to write soon!
business
business
business
 
business
 
Dapatkan E-book Gratis dan Newsletter tentang Peluang Bisnis, Manajemen Usaha, Business Sharing dan Bisnis Online
Subscribe to thedexton
Powered by finance.groups.yahoo.com
Ads by Adex

Kursus Internet Marketing
Teknik pemasaran dan pengembangan bisnis melalui internet
www.imc.adexindo.com

Ingin Punya Website Murah?
Belajar tentang Pembuatan Website/Blog, Affiliate, Adsense, SEO, dll
www.adexindo.com

Peluang Bisnis Internet
Potensi tersembunyi dunia internet, mendulang profit tanpa meninggalkan rumah.
www.top.adexindo.com

Grafiza Publishing & Printing
Cetak brosur, leaflet, poster, dll. Harga cetak bisa lebih murah daripada fotocopy!!
www.adexindo.com

Media Ace Communication
Event Organizer for Launching, Workshop, Seminar, Music Entertainment, Etc.
www.adexindo.com