Susanto Edy Prayitno
Mengintegrasikan Bisnis Komputer
Suatu hari, seorang pelanggan datang ke sebuah toko komputer. Ia bermaksud memperbaiki komputernya yang rusak. Bukan hanya komputer, tetapi juga printernya, yang sudah sering mulai ngadat. Ia bahkan bermaksud membeli tinta revil yang murah. Dan keinginan lain seputar dunia komputer.
Susanto Edy Prayitno (39), pria kelahiran Blora, Jawa Tengah, pemilik sebuah toko komputer di kawasan Jalan Surya Kencana, Pamulang, Tangerang, Banten ini merasa seperti terpana dengan banyaknya keinginan pelanggan. Ia tak menyangka begitu banyak keinginan pelanggan untuk suatu hal yang bernama komputer, dari hanya satu pelanggan.
Sejak itulah, sejak tahun 1997 Susanto menyadari harus mengintegrasikan bisnisnya dari yang semula hanya menjual tinta printer isi ulang, menjadi pelayanan kebutuhan berbagai seputar komputer, mulai dari jual beli komputer, jasa perbaikan, tukar tambah, hingga penjualan tinta baik yang original maupun yang isi ulang, serta berbagai asesoris komputer lainnya.
Menjual Tinta Isi Ulang
Integrasi bisnis computer yang digarap Susanto awalnya bermula dari bisnis menjual tinta printer isi ulang.
"Saya merintis bisnis dengan mengontrak ruko ukuran 3x6 meter di Jalan Surya Kencana Pamulang, yang menjual tinta printer isi ulang sekaligus service computer. Jenis jasanya saya sesuaikan dengan modal yang saya miliki. Saat itu saya belum menjual computer karena keterbatasan modal," ujarnya.
Saat menjual tinta printer isi ulang ia menemukan momentumnya, karena saat itu bersamaan dengan krisis ekonomi yang mulai menjalar di Indonesia. Harga tinta printer original sangat mahal sehingga penjualan tinta printer isi ulang sangat laku di pasaran. Meskipun saat itu, banyak yang mengatakan bahwa tinta printer isi ulang kurang baik hasilnya, dan dapat merusak head printer dengan dilakukan edukasi yang baik, maka anggapan tersebut dapat dihilangkan.
"Saya dan karyawan saya harus mendemonstrasikan penggunaan tinta printer isi ulang ini berkali-kali kepada pelanggan. Selain itu saya juga memberikan jaminan jika setelah menggunakan tinta printer isi ulang yang dibeli darinya menyebabkan printernya rusak saya akan memperbaiki printernya tanpa ongkos," ujarnya
Langkah ini ternyata membawa hasil yang lumayan besar. Awalnya memang banyak pembeli yang ragu-ragu, namun setelah dilakukan demo terus menerus dan jaminan khusus, pelanggan pun makin percaya.
Langkah selanjutnya, Susantyo mulai beriklan di media cetak. Dalam iklannya Susantyo mengungkapkan bahwa tinta printer isi ulang ini merupakan solusi bagi pengganti tinta original yang harganya sangat mahal. "Mengapa harus mencari yang mahal kalau ada yang murah. Toh hasilnya nggak beda-beda amat," lanjutnya.
Ternyata iklan tersebut membawa hasil yang lumayan bagus. Banyak perusahaan menengah yang mengorder, dan dari sanalah usahanya terus berkembang. Meski sebagai grosir penjual tinta printer isi ulang, Susantyo juga menjual tinta printer yang original.
Tahun 1999, seiring dengan perkembangan usahanya Susantyo bermaksud membuat sendiri tinta printer isi ulang dengan merek sendiri, yaitu Master Toner. Produk dengan merek ini merupakan produk lokal namun tidak kalah dengan merek impor yang sudah ada. Selain itu kelebihan lain dari Master Toner ini adalah harga yang relative lebih murah jika dibandingkan dengan jenis tinta printer isi ulang produk lainnya.
Mulai Difranchisekan
Sukses mengusung merek sendiri, Master Toner, sejak bulan Pebruari 2007 lalu Susantyo mencoba mengembangkan bisnis penjualan tinta isi ulang ini melalui jaringan bisnis yang dikembangkan dengan pola system franchise.
"Sekarang sudah ada 3 outlet franchise Master Toner, yaitu di Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati, Jakarta, dan di Kawasan Cikarang. Outlet lain segera menyusul diantaranya di Bogor, Pekanbaru, Kupang dan Surabaya," ujarnya.
Sebagai syarat franchise, Susantyo mensyaratkan beberapa hal kepada calon franchisenya, misalnya memiliki okasi yang strategis, memiliki komitmen dari owner untuk mengembangkan usaha secara serius. Penanganan masalah juga ditangani secara komperhensif sehingga memungkinkan setiap masalah dapat ditangani lebih baik dengan pendekatan GPI (Give Performance Indicator).
Adapun mengenai besarnya nilai franchise, Susantyo menyebut angka Rp150 juta untuk program 3 in 1. Program dengan konsep bisnis 3 in 1 yaitu program dengan konsep penjualan refil center, service center dan computer shop.
"Setelah melewati berbagai situasi ekonomi, konsep ini terbukti sangat adaptif dengan semua bentuk krisis ekonomi," cetusnya.
Ada beberapa alasan mengapa bisnis ini memiliki prospek yang lebih baik, dan tahan krisis ekonomi. Pertama, menurut Susantyo jika orang yang tinta printernya habis belanja ke refil center. Kedua, kalau printernya rusak pasti bertanya dimana servisnya.Di konsep bisnis ini kemampuan servis baik computer maupun printer sangat diperhatikan. Dan Ketiga, tersedia computer shop yang kita anggap sebagai integrasi bisnis computer secara menyeluruh n.
Anda tertarik berbisnis ini? Hubungi telepon 021-7499203, 74713236, 7424484.