insurance
 
 
 
HOME        TENTANG WK       DATA TEKNIS       PEMASANGAN IKLAN       BERLANGGANAN       JURNAL      KONTAK
©2007 Majalah Wirausaha dan Keuangan. All rights reserved
Susanto Edy Prayitno
Mengintegrasikan Bisnis Komputer

Suatu hari, seorang pelanggan datang ke sebuah toko komputer. Ia bermaksud memperbaiki komputernya yang rusak. Bukan hanya komputer, tetapi juga printernya, yang sudah sering mulai ngadat. Ia bahkan bermaksud membeli tinta revil yang murah. Dan keinginan lain seputar dunia komputer.

Susanto Edy Prayitno (39), pria kelahiran Blora, Jawa Tengah, pemilik sebuah toko komputer di kawasan Jalan Surya Kencana, Pamulang, Tangerang, Banten ini merasa seperti terpana dengan banyaknya keinginan pelanggan. Ia tak menyangka begitu banyak keinginan pelanggan untuk suatu hal yang bernama komputer, dari hanya satu pelanggan.
Sejak itulah, sejak tahun 1997 Susanto menyadari harus mengintegrasikan bisnisnya dari yang semula hanya menjual tinta printer isi ulang, menjadi pelayanan kebutuhan berbagai  seputar komputer, mulai dari jual beli komputer, jasa perbaikan, tukar tambah, hingga penjualan tinta baik yang original maupun yang isi ulang, serta berbagai asesoris komputer lainnya.

Menjual  Tinta Isi Ulang
Integrasi bisnis computer yang digarap Susanto awalnya bermula dari bisnis menjual tinta printer isi ulang.
"Saya merintis bisnis dengan mengontrak ruko ukuran 3x6 meter di Jalan  Surya Kencana Pamulang, yang menjual tinta printer isi ulang sekaligus service computer. Jenis jasanya saya sesuaikan dengan modal yang saya miliki. Saat itu saya belum menjual computer karena keterbatasan modal," ujarnya.
Saat menjual tinta printer isi ulang ia menemukan momentumnya, karena saat itu bersamaan dengan krisis ekonomi yang mulai menjalar di Indonesia. Harga tinta printer original sangat mahal sehingga penjualan tinta printer isi ulang sangat laku di pasaran.  Meskipun saat itu, banyak yang mengatakan bahwa tinta printer isi ulang kurang baik hasilnya, dan dapat merusak head printer dengan dilakukan edukasi yang baik, maka anggapan tersebut dapat dihilangkan.
"Saya dan karyawan saya harus mendemonstrasikan penggunaan tinta printer isi ulang ini berkali-kali kepada pelanggan. Selain itu saya juga memberikan jaminan jika setelah menggunakan tinta printer isi ulang yang dibeli darinya menyebabkan printernya rusak saya akan memperbaiki printernya tanpa ongkos," ujarnya
Langkah ini ternyata membawa hasil yang lumayan besar. Awalnya memang banyak pembeli yang ragu-ragu, namun setelah dilakukan demo terus menerus dan jaminan khusus,  pelanggan pun makin percaya.
         Langkah selanjutnya, Susantyo mulai beriklan di media cetak. Dalam iklannya Susantyo mengungkapkan bahwa tinta printer isi ulang ini merupakan solusi bagi pengganti tinta original yang harganya sangat mahal. "Mengapa harus mencari yang mahal kalau ada yang murah. Toh hasilnya nggak beda-beda amat," lanjutnya. 
       Ternyata iklan tersebut membawa hasil yang lumayan bagus. Banyak perusahaan menengah yang mengorder, dan dari sanalah usahanya terus berkembang. Meski sebagai grosir penjual tinta printer isi ulang, Susantyo juga menjual tinta printer yang original.
       Tahun 1999, seiring dengan perkembangan usahanya Susantyo bermaksud membuat sendiri tinta printer isi ulang dengan merek sendiri, yaitu Master Toner. Produk dengan merek ini merupakan produk lokal namun tidak kalah dengan merek impor yang sudah ada. Selain itu kelebihan lain dari Master Toner ini adalah harga yang relative lebih murah jika dibandingkan dengan jenis tinta printer isi ulang produk lainnya.

Mulai Difranchisekan
Sukses mengusung merek sendiri, Master Toner, sejak bulan Pebruari 2007 lalu Susantyo mencoba mengembangkan bisnis penjualan tinta isi ulang ini melalui jaringan bisnis yang dikembangkan dengan pola system franchise.
"Sekarang sudah ada 3 outlet franchise Master Toner,  yaitu di Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati, Jakarta, dan di Kawasan Cikarang. Outlet lain segera menyusul diantaranya di Bogor, Pekanbaru, Kupang dan Surabaya," ujarnya.
       Sebagai syarat franchise, Susantyo mensyaratkan beberapa hal kepada calon franchisenya, misalnya memiliki okasi yang strategis, memiliki komitmen dari owner untuk mengembangkan usaha secara serius. Penanganan masalah juga ditangani secara komperhensif sehingga memungkinkan setiap masalah dapat ditangani lebih baik dengan pendekatan GPI (Give Performance Indicator).
       Adapun mengenai besarnya  nilai franchise, Susantyo menyebut angka Rp150 juta untuk program 3 in 1. Program dengan konsep bisnis 3 in 1 yaitu program dengan konsep penjualan refil center, service center dan computer shop.
"Setelah melewati berbagai situasi ekonomi, konsep ini terbukti sangat adaptif dengan semua bentuk krisis ekonomi," cetusnya.
Ada beberapa alasan mengapa bisnis ini memiliki prospek yang lebih baik, dan tahan krisis ekonomi. Pertama, menurut Susantyo jika orang yang tinta printernya  habis belanja ke refil center. Kedua, kalau printernya rusak pasti bertanya dimana servisnya.Di konsep bisnis ini kemampuan servis baik computer maupun printer sangat diperhatikan. Dan Ketiga, tersedia computer shop yang kita anggap sebagai integrasi bisnis computer secara menyeluruh n.
Anda tertarik berbisnis ini? Hubungi  telepon 021-7499203, 74713236, 7424484.

How to Choose Health Insurance

Most of the time it's a lady shopping for the Health Insurance, in families it's Mom, in companies it's payroll/book-keeper (also sometimes Mom in small companies). The guys just say 'I never use it', and leave the room.

The primary concerns are usually Office Visits, Rx (Prescription Drugs) and Hospital stays. Since ladies are usually looking more closely, we often find Maternity in the list of concerns, when the guys stay in the room, sometimes we are asked about Chiropractic. This is not ALWAYS the case, just the usual mix of concerns. You should definitely read the summary of benefits BEFORE using my comparison method. Both plans should be acceptable to you, you just want to know which makes sense financially.

Having been in thousands of discussions about Health Insurance I have found a simple way to compare High Deductible plans that cost less monthly, to Low Deductible Plans that cost a lot of money monthly. It is basically this:

Add up the annual cost of the High Deductible plan, say $100 per month times 12 = $1200 per year.
Add up the annual cost of the Low Deductible plan, say $300 per month times 12 = $3600 per year.
Subtract the smaller: $3600 minus $1200 = $2400, that is the yearly savings if you choose a High Deductible Plan.

Now, you don't use the deductible to compare, but a feature of PPOs called "Maximum out of Pocket" or "Stop Loss". That is your worst case scenario, everyone is sick, or everyone is injured and you all meet your deductible and co insurance up to that number, say $10,000 for a family.

At that rate, saving $2400 per year, you would have to go about 4 years to save the money you would need in a worst case scenario.

In my own case, family of 5, Los Angeles rates, a Low Deductible Plan is over $1000 per month, a high deductible plan is less than $300, we save over $8000 per year, and have been saving for over 12 years (we have an HSA, with a $3400 deductible, $10,000 max out for the family).

Many newer High Deductible plans like TONIK, from Anthem Blue Cross ,include Preventative, Dental and Vision benefits, which are more likely to be used than major medical. We all need a teeth cleaning, we don't all need a transplant, so those plans make sense to many people, and are extremely popular.

My comparison system still works, you simply add the cost of buying separate Dental and Vision to the cost of the plan without them, that really makes the newer plan including those benefits desirable, if you would use those extra benefits.

It's a simple rule really, and can be applied to other benefits, like Glasses on a Vision plan:

Vision coverage is $3 per person per month, with Lenses and Glasses covered it's $10.
You have 10 in your group, so that is $100 per month, $1200 per year.
Only two wear glasses, everyone else just needs the exam.
You only need exams for most, so that's $3 per month times 10, $30 = $360 per year.
You simply buy new glasses every two years for the two who wear them, and save $840 per year.

Once again, the focus here is on financial aspects of insurance, not the benefits, which must be weighed separately, and could be called "Getting a good deal". This method can tell you if you are "Getting a good deal" financially, comparing benefits is another story. Which I intend to write soon!
business
business
business
 
business
 
Dapatkan E-book Gratis dan Newsletter tentang Peluang Bisnis, Manajemen Usaha, Business Sharing dan Bisnis Online
Subscribe to thedexton
Powered by finance.groups.yahoo.com
Ads by Adex

Kursus Internet Marketing
Teknik pemasaran dan pengembangan bisnis melalui internet
www.imc.adexindo.com

Ingin Punya Website Murah?
Belajar tentang Pembuatan Website/Blog, Affiliate, Adsense, SEO, dll
www.adexindo.com

Peluang Bisnis Internet
Potensi tersembunyi dunia internet, mendulang profit tanpa meninggalkan rumah.
www.top.adexindo.com

Grafiza Publishing & Printing
Cetak brosur, leaflet, poster, dll. Harga cetak bisa lebih murah daripada fotocopy!!
www.adexindo.com

Media Ace Communication
Event Organizer for Launching, Workshop, Seminar, Music Entertainment, Etc.
www.adexindo.com