insurance
 
 
 
HOME        TENTANG WK       DATA TEKNIS       PEMASANGAN IKLAN       BERLANGGANAN       JURNAL      KONTAK
©2007 Majalah Wirausaha dan Keuangan. All rights reserved
Susah Senang
Meneruskan Bisnis Warisan

Bagi anda yang menjalankan bisnis warisan orangtua atau bisnis keluarga, tentu memiliki banyak cerita yang dapat diungkapkan. Anda tentu berkeinginan bisnis yang anda jalankan, meskipun usaha warisan, tetap tumbuh dan berkembang, seperti yang dicita-citakan para pendirinya.

Regina Marta Elidia (32), pewirausaha asal Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini memiliki cerita bagaimana ia harus berjuang mempertahankan bisnis keluarga. "Saya meneruskan bisnis yang sudah dirintis oleh ibu saya sejak tahun 1974 lalu," ujar ibu tiga anak yang kini memimpin Ulap Doyo Artshop ini. 
Ulap Doyo Artshop merupakan perusahaan yang menjual dan memproduksi berbagai barang kerajinan dan manik-manik  khas Kalimantan. Semula perusahaan ini hanyalah menjual hiasan dinding saja, tetapi dalam perkembangannya berkembang ke berbagai produk seperti  taplak meja, kopyah, dompet dan lain-lain.
Sejak bisnis ini digeluti almarhum ibunya, ia merasakan soal pemasaran merupakan masalah paling mendasar yang harus dipecahkan. "Ibu dulu harus menjual barang-barang kerajinan ini dari pintu ke pintu. Tidak mudah menjualnya," cetusnya.
Dengan pengalaman yang dilakukan sang ibu, Regina mencoba mencari cara lain agar masalah pemasaran berbagai produknya dapat terpecahkan. Diantaranya Regina rajin mengikuti berbagai pameran, membuka workshop, dan membuka toko yang cukup representative di kawasan Tenggarong, Kutai Kartanegara.
Untuk dapat mengikuti berbagai pameran, Regina mencoba mendekati pihak Pemda Kutai Kartanegara. Ia meyakinkan bahwa produk-produk yang dipamerkan merupakan produk khas Kalimantan, khususnya berasal dari Tenggarong yang unik dan perlu diperkenalkan kepada dunia luar.  
Dari langkah inilah ia sering memperoleh fasilitas untuk mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai pameran di Jakarta, Surabaya, dan beberapa kota lain di Indonesia. "Saya juga aktif berpameran atau mendisplay produk di berbagai kegiatan di Tenggarong," ujarnya.
       Dari acara pameran inilah ia memperoleh order yang sangat signifikan dari berbagai daerah, seperti pembeli dari Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya.
"Rata-rata saya mengirim 30 lembar kain khas Kalimantan kepada mereka setiap bulannya. Memang pemesanan yang paling banyak adalah motif polos. Sebab mereka akan mengolah kembali bahan tenun ulap doyo menjadi beragam asesoris. Misalnya untuk hiasan kap lampu hias, lampu tidur yang dikombinasi dengan bahan lain, termasuk pewarnaannya," cetusnya.

Makin Diminati
Kini tenun ulap doyo semakin banyak diminati pelanggan. Selembar tenun ulap doyo dihargai Rp40 ribu hingga Rp150ribu tergantung ukuran dan bentuknya.
Ciri yang paling khas dari tenun ulap doyo ini adalah adanya bahan khas berupa tumbuhan khas Kalimantan yang mengandung serat-serat khusus.
Bahan-bahan ini harus direndam duhulu sehari semalam di sungai. Setelah itu baru dikikis diambil seratnya lalu dijemur dan diwarnai. Serat-serat ini jika sudah kering  diplintir-plintir sehingga menjadi serat-serat benang.
"Proses inilah yang cukup menyita waktu sehingga bisa menghabiskan waktu pengerjaan sebulan hingga dua bulan untuk menjadi satu lembar tenun ulap doyo," ujarnya.
Makanya, tidak salah jika dalam sebulan, tidak cukup banyak tenun ulap doyo yang dapat diproduksi.  "Lebih banyak permintaan daripada barang yang tersedia," cetusnya.
Kini, Regina mencoba memasuki pasar lain diberbagai negara. Pertimbangannya ia dapat menjual harga lebih mahal jika harus dijual kepada masyarakat lokal. Mekanisme pembelian dan pemesanannya yang sedang dicoba untuk diatur.
"Saya berharap mereka dapat memesan sekaligus membayar sehingga saya dapat menyediakan bahan baku dan membayar tenaga kerja penenunnya dalam waktu yang bersamaan," ungkap Regina kepada Estu Lestari dari majalah WK.
Kepada Estu, Regina mengungkapkan susah senang menjalani bisnis warisan keluarga. Sebisanya ia mengembangkan dengan harapan dapat lebih berkembang. Meskipun diakuinya, semula ia tak begitu paham dengan bisnis yang dilakukan oleh ibunya, namun setelah dengan terpaksa harus mewarisinya, tidak ada kata lain untuk mundur kecuali bertekad menjadikan bisnis keluarga menuju ke lebih baik. Itu terbukti karena di tokonya, yang berada di Jalan Mangkuraja, di Tenggarong, setidaknya dalam sehari omzetnya tak kurang dari Rp500ribu. 
Bahkan yang membanggakan, ia kini memperoleh pesanan baru dari pengusaha Jakarta 100 lembar setiap bulan. Belum lagi berbagai manik-manik seperti  sarung pensil, dompet, tas, baju, kotak tisyu yang bernuansa Kalimantan kini semakin banyak peminatnya.
Anda berminat berbisnis dengannya hubungi telepon 0541-661815, 0813 4667 3187

How to Choose Health Insurance

Most of the time it's a lady shopping for the Health Insurance, in families it's Mom, in companies it's payroll/book-keeper (also sometimes Mom in small companies). The guys just say 'I never use it', and leave the room.

The primary concerns are usually Office Visits, Rx (Prescription Drugs) and Hospital stays. Since ladies are usually looking more closely, we often find Maternity in the list of concerns, when the guys stay in the room, sometimes we are asked about Chiropractic. This is not ALWAYS the case, just the usual mix of concerns. You should definitely read the summary of benefits BEFORE using my comparison method. Both plans should be acceptable to you, you just want to know which makes sense financially.

Having been in thousands of discussions about Health Insurance I have found a simple way to compare High Deductible plans that cost less monthly, to Low Deductible Plans that cost a lot of money monthly. It is basically this:

Add up the annual cost of the High Deductible plan, say $100 per month times 12 = $1200 per year.
Add up the annual cost of the Low Deductible plan, say $300 per month times 12 = $3600 per year.
Subtract the smaller: $3600 minus $1200 = $2400, that is the yearly savings if you choose a High Deductible Plan.

Now, you don't use the deductible to compare, but a feature of PPOs called "Maximum out of Pocket" or "Stop Loss". That is your worst case scenario, everyone is sick, or everyone is injured and you all meet your deductible and co insurance up to that number, say $10,000 for a family.

At that rate, saving $2400 per year, you would have to go about 4 years to save the money you would need in a worst case scenario.

In my own case, family of 5, Los Angeles rates, a Low Deductible Plan is over $1000 per month, a high deductible plan is less than $300, we save over $8000 per year, and have been saving for over 12 years (we have an HSA, with a $3400 deductible, $10,000 max out for the family).

Many newer High Deductible plans like TONIK, from Anthem Blue Cross ,include Preventative, Dental and Vision benefits, which are more likely to be used than major medical. We all need a teeth cleaning, we don't all need a transplant, so those plans make sense to many people, and are extremely popular.

My comparison system still works, you simply add the cost of buying separate Dental and Vision to the cost of the plan without them, that really makes the newer plan including those benefits desirable, if you would use those extra benefits.

It's a simple rule really, and can be applied to other benefits, like Glasses on a Vision plan:

Vision coverage is $3 per person per month, with Lenses and Glasses covered it's $10.
You have 10 in your group, so that is $100 per month, $1200 per year.
Only two wear glasses, everyone else just needs the exam.
You only need exams for most, so that's $3 per month times 10, $30 = $360 per year.
You simply buy new glasses every two years for the two who wear them, and save $840 per year.

Once again, the focus here is on financial aspects of insurance, not the benefits, which must be weighed separately, and could be called "Getting a good deal". This method can tell you if you are "Getting a good deal" financially, comparing benefits is another story. Which I intend to write soon!
business
business
business
 
business
 
Dapatkan E-book Gratis dan Newsletter tentang Peluang Bisnis, Manajemen Usaha, Business Sharing dan Bisnis Online
Subscribe to thedexton
Powered by finance.groups.yahoo.com
Ads by Adex

Kursus Internet Marketing
Teknik pemasaran dan pengembangan bisnis melalui internet
www.imc.adexindo.com

Ingin Punya Website Murah?
Belajar tentang Pembuatan Website/Blog, Affiliate, Adsense, SEO, dll
www.adexindo.com

Peluang Bisnis Internet
Potensi tersembunyi dunia internet, mendulang profit tanpa meninggalkan rumah.
www.top.adexindo.com

Grafiza Publishing & Printing
Cetak brosur, leaflet, poster, dll. Harga cetak bisa lebih murah daripada fotocopy!!
www.adexindo.com

Media Ace Communication
Event Organizer for Launching, Workshop, Seminar, Music Entertainment, Etc.
www.adexindo.com