insurance
 
 
 
HOME        TENTANG WK       DATA TEKNIS       PEMASANGAN IKLAN       BERLANGGANAN       JURNAL      KONTAK
©2007 Majalah Wirausaha dan Keuangan. All rights reserved
       Renny Retnaningsih (35) sudah lebih dari lima tahun mengelola usaha pembuatan bad cover dan sarung bantal, di Jakarta. Usahanya berkembang dengan baik, namun terasa biasa-biasa saja. Tak ada lompatan yang berarti. Ia merasa lima tahun merupakan waktu yang sangat lama untuk membuat bisnisnya belum semaju yang diharapkan. 
Hingga suatu hari, ia membaca iklan seminar di majalah ini. Dalam iklan itu disebutkan, bahwa dalam seminar ini diajarkan bagaimana tips, triks, dan rahasia melipatgandakan omzet dan pendapatan lebih mudah.
Kalimat-kalimat iklan ini setidaknya menggugah  rasa ingin tahunya, benarkah apa yang akan dikatakan dalam seminar itu. Bagaimana memulainya? Ia mencoba mengikyinya.
Dengan membayar biaya seminar sebesar Rp375 ribu, Renny mencoba mendaftar sebagai peserta seminar. Keinginannya membuncah, namun ia tak menaruh harapan terlalu tinggi pada kegiatan ini.  "Saya hanya ingin menambah ilmu," cetusnya.
Meski sudah sering mendengar ada  berbagai seminar kewirausahaan, Renny jarang mengikutinya. Maklum, Renny termasuk tipe pebisnis yang konservatif untuk membelanjakan uangnya secara bijaksana.

Tak Hanya Sekedar Menambah Ilmu
Seminar, workshop, atau pertemuan bisnis yang diselenggarakan oleh berbagai komunitas, kini meningkat frekuensinya. Action Coach, AMA DKI, dan komunitas bisnis lainnya termasuk rajin menyelenggarakan acara serupa. Harga keikutsertaannya pun beraneka, mulai dari seharga Rp100 ribu hingga tarif Rp1juta. Namun kegiatan seminar kewirausahaan yang diselenggarakan sebuah komunitas mailing list ada juga yang gratisan.
Mereka, para member mengaku,  menemukan apa yang selama ini diharapkan, yaitu sikap untuk lebih berani take action, lebih inovatif, dan strategis. Dengan ulasan dan sharing yang disampaikan oleh pembicara, seorang peserta seminar akan  mendapatkan hal penting yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
Seperti pengalaman yang dilakukan Renny, saat pertama kali mengikuti salah satu seminar James Gwee di Jakarta. Setidaknya ia kini mengetahui cara mengelola bisnis yang efektif dan efisien, bagaimana meningkatkan omzet 200 hingga 1600 persen, dan membuat bisnis  membuat bisnis lebih tertarik.
Kegiatan semacam ini  diadakan bukan hanya sekedar menambah pengetahuan semata, tetapi disetup sebagai  wahana terbentuknya  jaringan bisnis sesama peserta seminar/workshop.

Bagi pebisnis yang memahami pentingnya mengupgrade wawasan dan strateginya, uang kepesertaan seminar/workshop bukanlah biaya, namun dapat dianggap sebagai investasi. Mengapa? Karena dari seminar inilah anda akan mendapatkan begitu banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang dapat diapliaksikan dalam mengelola bisnis anda. Maka tidak heran jika berbagai seminar bisnis kini selalu dibanjiri peserta.

Memilih Topik Seminar
Hal paling penting dalam mengikuti seminar adalah apa topik yang ingin disampaikan pembicara dalam event tersebut, sesuaikan? Atau melihat dari sisi pembicaranya, kompetenkah?
Umumnya calon peserta seminar kini sudah semakin piawai memilih mana seminar untuk mampu meningkatkan semangat dan  membakar motivasinya, meningkatkan skill, atau tendem dalam mengadopsi strategi bisnis.
Meski harus dipahami sejak awal bahwa harga tiket masuk mengikuti sebuah seminar yang mahal bukan jaminan anda mendapatkan ilmu yang anda harapkan. Gaya pertemuan bisnis yang santai dan gratispun jika anda pandai memanfaatkannya merupakan media belajar yang efektif dan efisien.  Namun sehebat dan sesering apapun anda mengikuti seminar atau pertemuan bisnis, tanpa anda memiliki keberanian diri sendiri untuk take action, maka pengetahuan yang anda dapatkan hanya akan menjadi beban yang menggelayut terus di kepala saja.

How to Choose Health Insurance

Most of the time it's a lady shopping for the Health Insurance, in families it's Mom, in companies it's payroll/book-keeper (also sometimes Mom in small companies). The guys just say 'I never use it', and leave the room.

The primary concerns are usually Office Visits, Rx (Prescription Drugs) and Hospital stays. Since ladies are usually looking more closely, we often find Maternity in the list of concerns, when the guys stay in the room, sometimes we are asked about Chiropractic. This is not ALWAYS the case, just the usual mix of concerns. You should definitely read the summary of benefits BEFORE using my comparison method. Both plans should be acceptable to you, you just want to know which makes sense financially.

Having been in thousands of discussions about Health Insurance I have found a simple way to compare High Deductible plans that cost less monthly, to Low Deductible Plans that cost a lot of money monthly. It is basically this:

Add up the annual cost of the High Deductible plan, say $100 per month times 12 = $1200 per year.
Add up the annual cost of the Low Deductible plan, say $300 per month times 12 = $3600 per year.
Subtract the smaller: $3600 minus $1200 = $2400, that is the yearly savings if you choose a High Deductible Plan.

Now, you don't use the deductible to compare, but a feature of PPOs called "Maximum out of Pocket" or "Stop Loss". That is your worst case scenario, everyone is sick, or everyone is injured and you all meet your deductible and co insurance up to that number, say $10,000 for a family.

At that rate, saving $2400 per year, you would have to go about 4 years to save the money you would need in a worst case scenario.

In my own case, family of 5, Los Angeles rates, a Low Deductible Plan is over $1000 per month, a high deductible plan is less than $300, we save over $8000 per year, and have been saving for over 12 years (we have an HSA, with a $3400 deductible, $10,000 max out for the family).

Many newer High Deductible plans like TONIK, from Anthem Blue Cross ,include Preventative, Dental and Vision benefits, which are more likely to be used than major medical. We all need a teeth cleaning, we don't all need a transplant, so those plans make sense to many people, and are extremely popular.

My comparison system still works, you simply add the cost of buying separate Dental and Vision to the cost of the plan without them, that really makes the newer plan including those benefits desirable, if you would use those extra benefits.

It's a simple rule really, and can be applied to other benefits, like Glasses on a Vision plan:

Vision coverage is $3 per person per month, with Lenses and Glasses covered it's $10.
You have 10 in your group, so that is $100 per month, $1200 per year.
Only two wear glasses, everyone else just needs the exam.
You only need exams for most, so that's $3 per month times 10, $30 = $360 per year.
You simply buy new glasses every two years for the two who wear them, and save $840 per year.

Once again, the focus here is on financial aspects of insurance, not the benefits, which must be weighed separately, and could be called "Getting a good deal". This method can tell you if you are "Getting a good deal" financially, comparing benefits is another story. Which I intend to write soon!
business
business
business
 
business
 
Dapatkan E-book Gratis dan Newsletter tentang Peluang Bisnis, Manajemen Usaha, Business Sharing dan Bisnis Online
Subscribe to thedexton
Powered by finance.groups.yahoo.com
Ads by Adex

Kursus Internet Marketing
Teknik pemasaran dan pengembangan bisnis melalui internet
www.imc.adexindo.com

Ingin Punya Website Murah?
Belajar tentang Pembuatan Website/Blog, Affiliate, Adsense, SEO, dll
www.adexindo.com

Peluang Bisnis Internet
Potensi tersembunyi dunia internet, mendulang profit tanpa meninggalkan rumah.
www.top.adexindo.com

Grafiza Publishing & Printing
Cetak brosur, leaflet, poster, dll. Harga cetak bisa lebih murah daripada fotocopy!!
www.adexindo.com

Media Ace Communication
Event Organizer for Launching, Workshop, Seminar, Music Entertainment, Etc.
www.adexindo.com
Makin Berkobar
Usai Mengikuti Seminar

Mengikuti seminar? Jangan alergi dulu. Banyak pewirausaha yang menuai sukses justru setelah 'terbakar' semangatnya di sebuah acara seminar. Benarkah? Majalah WK mencoba menyusuri pengalaman seorang pebisnis yang  memutuskan menghadiri acara seminar kewirausahaan  untuk mengupdate pengetahuannya.