:: Wirausaha & Keuangan ::

Tips Usaha

Kapan Kredit Bank Diperlukan Untuk Mengembangkan Usaha Anda

E-mail Cetak PDF

Jarang sekali usaha yang dapat tumbuh besar tanpa melibatkan kredit dari perbankan. Dalam istilah para pewirausaha, percepat dan perbesar skala usaha anda dengan dukungan modal dari perbankan. Namun bagaimana memperoleh timing yang tepat untuk mendapatkan kredit dari perbankan, khususnya kredit property. Berikut tips sederhana yang disarikan majalah WK dari situs www.untuksemua.com, yang banyak mengulas tips kredit.

Bagi anda yang ingin mengajukan kredit pembelian property di bank, atau modal kerja, ada banyak hal yang harus anda ketahui. Syarat tersebut antara lain  kemampuan debitur, kredibilitas, serta agunan


Kemampuan debitur.

Kemampuan dibitur ini merupakan prasyarat utama, karena perbankan berharap kredit yang diberikan berjalan normal, dan tidak berhenti di tengah jalan. Dalam melihat  kemampuan calon debitur, perbankan akan melihat besaran pendapatan dan besaran pengeluaran. Salah satunya adalah melihat mutasi rekening untuk menilai pola konsumsi.

Hal terpenting dalam menghitung kemampuan, dikenal dengan istilah Debt Buren Ratio, atau rasio hutang tehadap pendapatan. Umumnya bank menetapkan sepertiga, meski bukan berarti tidak ada yang melonggarkan. Dalam rumusan ini bank menetapkan, rasio seluruh cicilan  terhadap pendapatan take home pay tidak boleh melebihi sepertiga.

Selain berdasarkan pengakuan calon debitur, bisa juga perbankan melakukan pengecekan ke pusat data di Bank Indonesia (BI). Pusat data di BI akan menyajuikan dengan jelas history debitur, status kredit, besaran kredit, besarnya cicilan, dan kualitas kredit, apakah lancar atau bermasalah.


Kredibilitas

Ini tergantung track record calon debitur dalam berhubungan dengan bank. Terlacak dari pengecekan internal bank, juga berdasarkan daftar hitam yang dikeluarkan BI, Asosiasi Penerbit Kartu Kredit, atau dari pengelola kartu kredit seperti Visa/Mastercard. Di sini, peran BI checking juga cukup dominan.

Bagi anda yang unkredibel karena kualitas kreditnya jelek, jangan berharap dapat memperoleh kredit apapun dari perbankan, sebelum masalah kredibilitas anda diselesaikan dengan baik. 


Agunan

Bank bukanlah rumah gadai atau lembaga lelang, sehingga pada dasarnya bank tidak menyukai untuk mengambil alih agunan. Selain biaya pengambilalihan itu cukup besar, tahapan nya juga sangat menyita waktu dan tenaga. Namun, Nilai Agunan menjadi hal sangat penting bagi bank sebagai "second way out" jika debitur ternyata default atau gagal bayar.

Nilai agunan biasanya ditentukan oleh pertugas bank atau independent appraiser yang ditunjuk. Nilai agunan ditentukan dari kelengkapan persyaratan administrasi Sertifikat/IMB/PBB dll), kualitas bangunan, lokasi yang strategis, cepat-lambatnya penjualan kembali, serta infrastruktur yang mendukung. Mengenai adanya persyaratan lebar jalan minimal menjadi bagian dari sini. Umumnya bank memang menetapkan lebar jalan ukuran tertentu bagi rumah yang akan dibiayai, ini terkait dengan nilai agunan jika bank terpaksa mengambilalih.


Uang Muka/DP

Banyak yang mempertanyakan mengapa Bank seringkali meminta Down Payment (DP) dalam jumlah besar (umumnya 20% rumah baru dan 30% rumah sekunder/rumah second). DP membantu bank dalam dua hal. Pertama, sebagai ikatan awal yang menciptakan “sense of belonging” bagi debitur, dengan rasa memiliki ini diharapkan debitur akan berusaha keras agar kreditnya tidak dengan mudah diabaikan dan menjadi macet.

Kedua, DP menjadi buffer bagi bank jika kredit macet. Seperti kita ketahui, ketika kredit menjadi macet, bank tidak mudah menjual kembali, karena menjual properti dibutuhkan waktu yang tidak sebentar, belum lagi biaya yang timbul akibat akuisisi bank atas rumah sebagai jaminan juga tidak sedikit. Dengan adanya DP diharapkan ketika bank menjual kembali rumah itu,, hasil penjualan bisa menutupi sisa hutang dan biaya-biaya yang timbul selama proses litigasi atau pengambialihan.

Nah jika anda memiliki usaha, dan ingin memperbesar skalanya, jangan abaikan ketiga hal di atas. Dan bersiaplah menjadi pebisnis hebat di masa mendatang.  

 

Jurus Antirugi Para UKM Praktekkan Aturan 60-30-10

E-mail Cetak PDF

Henky Eko Sriyantono

Pendiri Bakso Malang Kota Cak Eko Lebih dari 80 Outlet

Formula ini yang saya gunakan dalam mengembangkan bisnis yang saya jalani saat ini, dan mungkin bisa diterapkan oleh rekan-rekan yang akan memulai bisnis atau bahkan yang sudah mulai, siapa tahu bermanfaat dan berguna untuk kemajuan.

 

1.       Dalam menjalankan bisnis, 60% waktu saya pergunakanuntuk memasarkan dan menjual, 30% untuk membuat produk dan layanan sedangkan 10% nya saya pergunakan untuk manajemen dan administrasi.

 

2.       Dalam menjual, 60% waktu penjualan saya pergunakan untuk menjaga dan mendapatkan pelanggan baru, 30% untuk mendapatkan pelanggan potensial dalam jangka pendek, dan 10% untuk mendapatkan pelanggan potensial dalam jangka panjang.

3.       Dalam latihan dan pengembangan , 60% waktu saya pergunakan untuk menambah kekuatan-kekuatan usaha, 30% waktu saya pergunakan untuk mempelajari konsep baru dan 10% untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan usaha. Setelah saya terapkan selama ini ternyata formula tersebut ampuh dan dahsyat. Cobalah !

 

Trik Bisnis Anti Bangkrut

E-mail Cetak PDF

Setiap pebisnis mengharapkan keuntungan, dan setiap pebisnis berharap sepanjang kegiatan bisnisnya berjalan, tidak akan pernah merugi. Menurut Haji Nuzli Arismal atau biasa disebut Haji Alay, juragan besar yang malang melintang di Pasar Tanah Abang, Jakarta ini, bisnis yang dijamin tidak akan merugi dan tidak akan menyebabkan bangkrut jika anda memuliakan anak yatim, memberi makan orang miskin, tidak berlaku tamak terhadap bisnis yang digeluti, menunaikan kewajiban membayar zakat dan sedekahnya, serta tidak berlebihan mencintai dunia.

 

Lantas apa hubungannya antara berbisnis dengan memberi makan anak yatim, memberi makan orang miskin, serta membayar zakat dengan jaminan bisnis yang tidak merugi? Karena menutu Haji Alay, rahasianya terletak pada kekmampuannya untuk ‘memberi”. Karena bagi orang yang member ia telah mengalirkan sebagian ‘kekuasaan’Tuhan kepada manusia yang memerlukan. Karena itu, Haji Alay  berpesan untuk menjadi pebisnis sukses, maka memberilah  dengan segala kemampuan yang ada. 

 

“Jika tidak memiliki penghasilan untuk memberi maka memberilah dengan yang tanpa perlu mengeluarkan uang. Kalau penghasilannya masih sedikit, ya memberilah sedikit dari yang sedikit itu. Kalau penghasilannya sudah banyak, ya memberilah lebih banyak dibanding yang sedikit tadi. Kalau bisa dan yang terpenting adalah ikhlas. Jika melakukan itu, maka Insya Allah digaransi tidak akan merugi dan tidak bakal bangkrut”, ujarnya. 

 

10 Skenario Bisnis Ambles, Cari Penyebabnya - Cegah Akibatnya

E-mail Cetak PDF

Setiap kasus jatuhnya bisnis, selalu memiliki sebab, dan memiliki tanda-tanda. Berikut 10 tanda-tanda bisnis ambles yang mengarah pada jatuhnya sebuah bisnis. Berikut 10 tanda-tanda  bisnis yang  cenderung meluncur ambles jika tidak segera dikendalikan dari awal. Disarikan dari berbagai pengalaman para praktisi entrepreneur  yang telah berpengalaman jatuh bangun mengelola usahanya.

 

Pertama, Tidak Sabar.  Pebisnis yang tidak sabar  cenderung tidak telaten mengelola usahanya. Ketidaksabaran juga menyebabkan banyak kecerobohan yang muncul. Ketidak sabaran dan kecerobohan diakui oleh banyak pebisnis merupakan faktor  yang sering menjadi penyebab hancurnya bisnis yang sudah dibina bertahun tahun.

 

Kedua, Melupakan Kepentingan Usaha, Mengutamakan Kepentingan Pribadi. Pebisnis yang mulai sukses, seringkali lupa membangun usahanya lebih kuat, lebih berdaya saing. Ia terlena dengan usahanya yang sudah mulai berjalan, padahal sejalan dengan berkembangnya usaha yang didirikannya, banyak kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan usaha tersebut. Ia justru meningkatkan dan mengutamakan keperluan pribadi yang justru tidak ada sangkutpautnya dengan kegiatan usaha.

 

Ketiga, Terjebak Kredit Macet. Akses kredit yang mudah, baik yang ditawarkan oleh perbankan atau melalui kartu kredit jika tidak dilakukan  secara hati-hati dan terukur menjadi penyebab kejatuhan bisnis seseorang.  Gunakan kredit perbankan seluruhnya untuk kegiatan usaha, dan jangan untuk kegiatan konsumsi.

 

Kelima, Terlibat Masalah Hukum . Ketika sudah tekad menjadi pewirausaha, yang paling penting diperhatikan adalah perilaku sosial harus jauh dari masalah hukum, misalnya menipu, membohongi orang lain, mencuri serta berperilaku negative, karena sewaktu-waktu hukum tersebut akan memenjarakan dan berakibat buruk bagi bisnis yang anda bangun, dan reputasi bisnis dapat hancur seketika.

 

Keenam, Suka membeli barang yang tidak bermanfaat. Jika sesekali membeli barang yang tidak ada manfaatnya bolehlah diabaikan, tetapi jika suka (berarti dilakukan berkali-kali) maka kebiasaan ini dapat menyebabkan keuangan perusahaan dalam keadaan bahaya. Misalnya, setiap ada pesta selalu membeli baju baru, atau setiap tahun selalu membeli mobil baru.

 

Ketujuh,  Gampang tergoda promosi. Menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan perusahaan memang itulah harapannya, tetapi banyak pewirausaha yang baru tumbuh selain memiliki kebiasaan membeli produk yang tidak ada manfaatnya juga gampang tergoda oleh rayuan promosi. Setiap ada pameran selalu selalu menekn kontrak order barang tanpa memperdulikan kondisi keuangan perusahaan. 

 

Kedelapan, Terlalu ambisius, sehingga action bisnisnya tanpa perhitungan sama sekali. Modal nekad doang. Yang penting jalan dulu. Akhirnya ya benar-benar jalan merosot terus ke bawah.

 

Kesembilan,  Terlalu banyak pakai duit orang lain...atau terlalu BODOL (Berani Optimis Pakai Duit Orang Lain). Sehingga berakibat lupa diri, bahwa itu duitnya orang lain yang harus dikembalikan juga...bukan duitnya sendiri. Nah, karena lupa diri ini, maka cara pakai duitnya juga bisa saja sembarangan, tidak menggunakan perhitungan untung rugi bisnis. Asal pakai saja, urusan menyusul belakangan.

 

Kesepuluh,  Tidak mau dan tidak cepat belajar tentang kondisi dari lingkungan bisnisnya. Sering mengabaikan "bisikan hati nurani", sehingga kepekaan intuisi bisnisnya tidak terasah.

 

Tips Dapat Modal

E-mail Cetak PDF

Apa yang Harus Disiapkan

Apa yang Diperlukan Perbankan dan Jasa Keuangan

Bagi perbankan dan jasa keuangan lainnya, nasabah yang akan mengajukan pinjaman harus memenuhi  5C, yaitu :

 

1.  Character, menyangkut komitmen dan  track record Anda. 

 

2.  Capital, berapa besar dana pribadi yang Anda keluarkan untuk mengembangkan usaha, struktur pemodalan (berapa jumlah modal awal yang disetor, dan laba yang terakumulasi menjadi modal), komposisi kepemilikan modal usaha (siapa saja pemilik modal, siapa pemodal jaminan, dan apakah pemodal juga menjadi pengurus perusahaan), dan modal aset, yang terdiri atas tangible asset (tanah, bangunan, mesin, stock, dll.) dan intangible asset (merek, goodwill, nama baik, dll.).

 

3.  Capacity, yang dinilai antara lain: bagaimana tren hasil penjualan (naik, turun, atau stagnan), struktur biaya (fixed cost, variable cost), perbandingan biaya dan pendapatan, hutang dan tagihan (lebih besar, lebih kecil, atau setara), proyeksi arus kas (surplus atau defisit), tenaga kerja (tetap atau kontrak, bagaimana skill dan pengalamannya), hingga kapasitas produksi (jumlah produksi per hari, apakah sesuai dengan penjualan).

 

4.  Condition. Meliputi perijinan usaha, kondisi industri sejenis (apakah berisiko kecil, menengah, atau tinggi), prospek usaha, situasi persaingan (apakah menjadi market leader, market follower, niche market, atau single fighter), dan ini yang terpenting: apa selling point atau keunikannya (apakah mudah ditiru, atau sulit ditiru, dan sampai kapan berlangsung).

 

5.  Collateral. Apakah ada jaminan dari pinjaman cepat atau pinjaman usaha tsb, baik yang bersifat tangible (cash, stock, peralatan, kendaraan, dan yang sifatnya tidak bergerak seperti tanah dan bangunan), intangible (personal guarantee, company guarantee, asuransi kredit, asosiasi/koperasi penjamin, dll.).

 

Agar proposal pengembangan usaha Anda menarik minat bank, buatlah sedetail dan serealistis mungkin. Siapkan bahan presentasi secara singkat namun komprehensif, dengan poin-poin seperti : Penjelasan tujuan pengembangan usaha, Target kenaikan penjualan dan aset yang diharapkan secara rinci, faktor-faktor yang dibutuhkan untuk pencapaian target, kekuatan, kelemahan, dan peluang yang akan dihadapi dalam pengembangan usaha tersebut, jadwal dan target waktu penyelesaian rencana kerja,  penjelasan pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan usaha tersebut, rencana penggunaan fasilitas kredit, dan jadwal pengembaliannya, syarat-syarat lain yang perlu Anda penuhi sebelum mengajukan permohonan kredit dalam pinjaman usaha dapat Anda peroleh dari bank bersangkutan. 
 
Halaman 1 dari 2

Seminar 1

Seminar 2